(Sumber ilustrasi gambar: Teacher Task Force)
Sudah setahun lebih lamanya keberadaan pandemi Covid’19 di tengah kehidupan masyarakat Indonesia. Perjuangan memerangi virus Corona masih berlanjut sampai saat ini. Dampak demi dampak yang telah ditimbulkan mampu meluluhlantakkan berbagai sektor, salah satunya yang berdampak besar hingga kini yaitu pada sektor industri pariwisata.
Betapa sulitnya kondisi yang dihadapi saudara sebangsa kita, yang sebagai pekerja di industri pariwisata. Seperti di kalangan pemandu wisata, salah satunya Ketua DPD Himpunan Pramuwisata Indonesia, Revalino Tobing. Lino menyampaikan ajakan positif dari awal datangnya pandemi hingga kini terus digelorakan dalam social medianya untuk terus semangat posting yang positif. "Yuk kita posting yang positif, baik objek wisata maupun kegiatan kita waktu masih bawa tur," ajak Lino.[1] Sehubung untuk menularkan energi yang positif antar para pramuwisata dan tour leader untuk kembali mengenang moment keseruan dan kesibukan mereka ketika masih aktif memandu. Hal itu dirasa jauh lebih bermanfaat.
Sesuai kata Lino, manfaat yang tercipta diantaranya menjadi ajang berbagi akan pengetahuan dan pengalaman satu sama lain yang dialami dan didapat selama bekerja dalam dunia pariwisata. Lingkungan yang berada disekitar kita jadi terinspirasi untuk kuat bersama menghadapi badai corona yang belum usai ini. Selain itu, Lino juga menyampaikan bahwa adanya manfaat lain.
Untuk meningkatkan literasi anak bangsa seputar profesi dalam dunia pariwisata, salah satunya Tourist Guide. “ Sebagaimana dikenal sebagai duta bangsa atau Garda Terdepan di bidang Pariwisata.” kata Lino.[2] Semangat itu tentu menjadi panutan untuk generasi bangsa menularkan semangat lewat unggahan di social media.
(Sumber ilustrasi: freepik)
Berbagai warna-warni pemulihan dari Covid’19 terus diupayakan untuk pariwisata Indonesia. Salah satunya adalah Gerakan Katalisasi Literasi Indonesia. Gerakan ini mencakup beberapa dimensi literasi diantaranya: Literasi Digital dan Literasi Budaya yang berkaitan erat dengan strategi pengelolaan potensi pariwisata Indonesia dan pengelolaan sumber daya. Hal itu bertujuan untuk mengembangkan dan meningkatkan kemampuan anak bangsa untuk mempunyai pengetahuan menggunakan media digital, alat-alat komunikasi dalam menemukan, serta mengevaluasi informasi untuk dimanfaatkan secara sehat, bijak, dan cerdas untuk membina interaksi dalam kehidupan sehari-hari.
Adapun Literasi Budaya berdaya untuk memberikan pengetahuan dan kecakapan dalam memahami dan bersikap terhadap kebudayaan Indonesia sebagai identitas bangsa. Hal tersebut bermaksud untuk memperkenalkan potensi pariwisata secara luas ke publik, maka dengan menggiatkan literasi seputar dunia pariwisata. [3] Seperti beragam cara dilakukan oleh Bupati Blora, Arief Rohman untuk memperkenalkan potensi daerahnya melalui terobosan Festival Literasi Pramoedya Ananta Toer . Hal tersebut disampaikan oleh Arief dalam video wawancara dengan Pemimpin Redaksi Kompas.com, Wisnu Nugroho dalam tayangan "BEGINU S2 Eps10: Arief Rohman, Jejak Pramoedya dan Diaspora Membangun Blora" di Kanal YouTube Kompas.com.
"Ya kita dorong anak-anak muda kita terutama yang pengagum Pram ini untuk mengcreate itu, ayo kita adakan festival pas lahirnya Pram atau apalah, menulis tentang Pram. Saya kira itu menarik untuk menjadi salah satu daya pikat Blora," kata Arief. Menurutnya, banyak potensi dan peluang pariwisata yang dapat digali ketika membahas tentang sastrawan Pramoedya Ananta Toer. Hal itu didasarkan keterikatan dengan 'kampung halaman' Pram. "Kalau ngomong Pram kan ya memang lahir kecilnya di sini, terus karya-karyanya banyak yang berbicara tentang Blora, nah ini kan bisa dieksplor menjadi hal yang menarik dan di tempat lain enggak ada," terangnya Arief.
Untuk itu, mari perkaya dirimu dengan literasi.
Yuk kita gelorakan potensi dan peluang pariwisata lewat literasi digital dan literasi budaya. Alam yang membentang dari Sabang sampai Merauke adalah warisan berharga untuk generasi bangsa. Mari kita jaga semaksimal mungkin! Indonesia sungguh kaya dan berlimpah akan sumber daya alam hayatinya dan manusia didalamnya. Patut menjadi kebanggaan untuk kita sebagai warga negara Indonesia dalam semangat menjadikan Pariwisata Indonesia maju! Secara bijak mengelola, melestarikan, dan mengembangkan sumber daya yang telah diberikan oleh Pecipta guna untuk pertumbuhan ekonomi dalam negeri tercinta.
Daftar Pustaka:
[3] kompas.com



