Jumat, 28 Mei 2021

Perkaya Literasi untuk Gelorakan Potensi Pariwisata Indonesia


(Sumber ilustrasi gambar: Teacher Task Force) 

Sudah setahun lebih lamanya keberadaan pandemi Covid’19 di tengah kehidupan masyarakat Indonesia. Perjuangan memerangi virus Corona masih berlanjut sampai saat ini. Dampak demi dampak yang telah ditimbulkan mampu meluluhlantakkan berbagai sektor,  salah satunya yang berdampak besar hingga kini yaitu pada sektor industri pariwisata. 

Betapa sulitnya kondisi yang dihadapi saudara sebangsa kita, yang sebagai pekerja di industri pariwisata. Seperti di kalangan pemandu wisata, salah satunya Ketua DPD Himpunan Pramuwisata Indonesia, Revalino Tobing. Lino menyampaikan ajakan positif dari awal datangnya pandemi hingga kini terus digelorakan dalam social medianya untuk terus semangat posting yang positif. "Yuk kita posting yang positif, baik objek wisata maupun kegiatan kita waktu masih bawa tur," ajak Lino.[1] Sehubung untuk menularkan energi yang positif antar para pramuwisata dan tour leader untuk kembali mengenang moment keseruan dan kesibukan mereka ketika masih aktif memandu. Hal itu dirasa jauh lebih bermanfaat. 

Sesuai kata Lino, manfaat yang tercipta diantaranya menjadi ajang berbagi akan pengetahuan dan pengalaman satu sama lain yang dialami dan didapat selama bekerja dalam dunia pariwisata. Lingkungan yang berada disekitar kita jadi terinspirasi untuk kuat bersama menghadapi badai corona yang belum usai ini. Selain itu, Lino juga menyampaikan bahwa adanya manfaat lain. 

Untuk meningkatkan literasi anak bangsa seputar profesi dalam dunia pariwisata, salah satunya Tourist Guide. “ Sebagaimana dikenal sebagai duta bangsa atau Garda Terdepan di bidang Pariwisata.” kata Lino.[2]  Semangat itu tentu menjadi panutan untuk generasi bangsa menularkan semangat lewat unggahan di social media.
(Sumber ilustrasi: freepik) 

Berbagai warna-warni pemulihan dari Covid’19 terus diupayakan untuk pariwisata Indonesia. Salah satunya adalah Gerakan Katalisasi Literasi Indonesia. Gerakan ini mencakup beberapa dimensi literasi diantaranya: Literasi Digital dan Literasi Budaya yang berkaitan erat dengan strategi pengelolaan potensi pariwisata Indonesia dan pengelolaan sumber daya. Hal itu bertujuan untuk mengembangkan dan meningkatkan kemampuan anak bangsa untuk mempunyai pengetahuan menggunakan media digital, alat-alat komunikasi dalam menemukan, serta mengevaluasi informasi untuk dimanfaatkan secara sehat, bijak, dan cerdas untuk membina interaksi dalam kehidupan sehari-hari. 

Adapun Literasi Budaya berdaya untuk memberikan pengetahuan dan kecakapan dalam memahami dan bersikap terhadap kebudayaan Indonesia sebagai identitas bangsa. Hal tersebut bermaksud untuk memperkenalkan potensi pariwisata secara luas ke publik, maka dengan menggiatkan literasi seputar dunia pariwisata.  [3] Seperti beragam cara dilakukan oleh Bupati Blora, Arief Rohman untuk memperkenalkan potensi daerahnya melalui terobosan Festival Literasi Pramoedya Ananta Toer . Hal tersebut disampaikan oleh Arief dalam video wawancara dengan Pemimpin Redaksi Kompas.com, Wisnu Nugroho dalam tayangan "BEGINU S2 Eps10: Arief Rohman, Jejak Pramoedya dan Diaspora Membangun Blora" di Kanal YouTube Kompas.com.

"Ya kita dorong anak-anak muda kita terutama yang pengagum Pram ini untuk mengcreate itu, ayo kita adakan festival pas lahirnya Pram atau apalah, menulis tentang Pram. Saya kira itu menarik untuk menjadi salah satu daya pikat Blora," kata Arief. Menurutnya, banyak potensi dan peluang pariwisata yang dapat digali ketika membahas tentang sastrawan Pramoedya Ananta Toer. Hal itu didasarkan keterikatan dengan 'kampung halaman' Pram. "Kalau ngomong Pram kan ya memang lahir kecilnya di sini, terus karya-karyanya banyak yang berbicara tentang Blora, nah ini kan bisa dieksplor menjadi hal yang menarik dan di tempat lain enggak ada," terangnya Arief.

Untuk itu, mari perkaya dirimu dengan literasi. 
Yuk kita gelorakan potensi dan peluang  pariwisata lewat literasi digital dan literasi budaya. Alam yang membentang dari Sabang sampai Merauke adalah warisan berharga untuk generasi bangsa. Mari kita jaga semaksimal mungkin! Indonesia sungguh kaya dan berlimpah akan sumber daya alam hayatinya dan manusia didalamnya. Patut menjadi kebanggaan untuk kita sebagai warga negara Indonesia dalam semangat menjadikan Pariwisata Indonesia maju! Secara bijak mengelola, melestarikan, dan mengembangkan sumber daya yang telah diberikan oleh Pecipta guna untuk pertumbuhan ekonomi dalam negeri tercinta. 

Daftar Pustaka:

Jumat, 03 Maret 2017

This Only in Jakarta? Do you know it?



Hai Sobat Travelling! Ini pembahasan saya berikut ini yang melanjuti pembahasan tema mengenai Kota Jakarta. Hmmm Apakah kalian tahu tentang Kota Jakarta?  Saya yakin kalian pasti banyak mengetahui tentang Jakarta. Namun apa yang saya ingin bahas yaitu mengenai "HANYA JAKARTA YANG PUNYA!" KOTA- KOTA LAIN SIH GA PUNYA INI (SOMETHING)LOH.
*kota lainnya yang saya maksudkan adalah kota lainnya di Indonesia
Hasil gambar untuk penasaran
1. Anak Betawi 
Hasil gambar untuk orang betawi
Sejumlah pihak berpendapat bahwa Suku Betawi berasal dari hasil kawin-mawin antaretnis dan bangsa pada masa lalu. Secara biologis, mereka yang mengaku sebagai orang Betawi adalah keturunan kaum berdarah campuran aneka suku dan bangsa yang didatangkan oleh Belanda ke Batavia.
Woah seperti di  sinetron “ Si Doel Anak Betawi”

2. Bus Transjakarta
Hasil gambar untuk TRANSJAKARTA

Hasil gambar untuk TRANSJAKARTA
Gambar terkait 
Yup! Jakarta memiliki bus umum ini yang berbahan bakar gas sehingga mampu membantu Jakarta mengurangi polusi udara, tak hanya itu berbasis teknologi yang modern bus ini dilengkapi dengan screen/ petunjuk berupa arah tempat dimulai hingga tempat peberhentian terakhir pada sisi bus (depan , kanan, dan kiri) dan juga didalamnya dengan petunjuk perberhentian di halte- halte tertentu. Jadi Sobat Travelling, tak sulit untuk memakai transportasi umum ini, dengan secukupnya uang ( sudah dengan card: Flazz BCA, E- Money Mandiri, dsb nya dengan terlebih dahulu mengisikan saldo secukupnya min Rp. 20.000 pada halte tertentu dan bisa dengan ATM) kalian bisa menaikinya lalu juga bisa berkeliling Kota Jakarta!

Sekian dulu Sobat Travelling, Hmm banyak hal yang ingin saya sampikan namun karna keterbatasan waktu yang ada (penulis sedang menempuh pendidikan SMK yang sangat memerlukan tenaga dan waktu ekstra penulis untuk memfokuskan belajar). Namun bukan berarti berhenti, tapi saya akan berusaha menambahakan dan terus uptodate artikel/ pembahasan di blog ini.

So.. Stay Read!, Sobat Travelling. May you have a nice day! 

What Do You Know About Indonesia? ( Part 1)

Ola! Ini pembahasan saya berikut nya, Hmmm Apakah kalian tahu tentang Indonesia?  Saya yakin kalian pasti mengetahui banyak hal tentang Indonesia. Namun apa yang saya ingin bahas yaitu mengenai "Apa pandangan Turis Mancanegara terhadap Indonesia? Sejauh mana Turis Mancanegara  mengenal Indonesia?  Apa yang diketahuinya??"Tentu nya apa yang menjadi bahasan saya ialah tidak jauh-jauh dari hubungannya dengan Pariwisata.

Hasil gambar untuk komentar  turis asingDengar nama Indonesia, hmm apa sih yang dipikirkan Turis Mancanegara?

1. Banyak

Waduhh banyak apa nya ini? Yupp Indonesia memiliki( banyak )
Jumlah Penduduk ( SDM)
Pulau
SDA
Budaya
Destinasi Wisata

2. Unik

Woahh Unik ? Iyaa betul sekali! Indonesia terkenal unik dengan
Adat Istiadat
Tarian
Alat Musik
Pakaian Adat
Bahasa Indonesia dan Bahasa Daerah

3. Pertualangan

Seperti yang kita ketahui bersama, alam Indonesia tidak akan pernah dapat tergantikan bukan?
Sejauh- jauh nya kita dari indonesia (travelling ke luar negeri), Bisa tambah Kangen Indonesia! loh mengapa bisa begitu?
 Yap! karna Indonesia punya segudang kekhas-an nya loh. Dari Iklim dan cuaca nya yang Tropical dan kadang bisa tiba- tiba Hujan. Walaupun sedang musim- musimnya panas. Dan kebalikannya. But it's okay, anda bakal kangenin betapa beda nya Indonesia dari Negara- negara lainnya.

4.Negara Berkembang
huh sayang sekali Negeri Tercinta  juga memiki pandangan negatif dari Turis Mancanegara.
Negara berkembang identik dengan masalah sosialnya yang belum dapat diatasi oleh Pemerintah.